Minggu, 07 Oktober 2012

Pulvis N' Pulveres


Seri Resep                   :  B
                        Bentuk Sediaan           :  Pulvis
A.    Dasar Teori
                  Pulvis Adalah serbuk yang dibuat untuk pemakaian dalam maupun pemakaian luar.Pada pemakaian dalam, serbuk tak terbagi hanya terbatas pada obat yang relatif tidak poten seperti laxativ, antasida, makanan diet, dan analgesik tertentu sehingga pasien dapat menakar secara aman dengan sendok teh atau penakar lain. 
Untuk pemakaian luar serbuk tak terbagi harus bebas dari butiran kasar dan dimaksudkan untuk pemakaian luar. Biasanya harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh agar tidak menimbulkan iritasi.sedangkan serbuk yang mengandung lemak harus melewati pengayak no. 44.contohnya serbuk tabur.
Derajat halus serbuk dan pengayak

Derajat halus serbuk dan pengayak dalam farmakope dinyatakan dalam uraian yang dikaitkan dengan nomor pengayak yang ditetapkan untuk pengayak baku.
Jenis serbuk menurut cara pemakaian

·         Pulvis adspersorius (serbuk tabur)
Serbuk ringan,bebas butiran kasar dimaksudkan untuk pemakaian luar, umumnya dikemas dalam wadah yang bagian atasnya berlubang halus untuk memudahkan penggunaan. Talk, kaolin, dan bahan mineral yang digunakan untuk serbuk tabur harus bebas dari bakteri Clostridium Tetani dan Clostridium Welchii,dan Bacillus Antrachis. Tidak boleh dipakai pada luka terbuka.

•          Pulvis dentifriciius (serbuk gigi)
serbuk yang bisa mengobati sakit gigi, penggunaannya dengan cara di taburkan para gigi yang sakit atau brlubang.

•          Pulvis sternutatorius( serbuk bersin)
            pengunaannya dihisap melalui hidung sehingg serbuk tersebut harus halus sekali
     

•          Pulvis effervescent
              serbuk biasa yang sebelum ditelan harus dilarutkan dulu dalam air dingin atau air hangat , dan  menghasilkan gas CO2 kemudian membentuk larutan yang umumnya jernih. serbuk ini merupakan campuran senyawa asam dan basa.Bentuk serbuk ini banyak ditemukan pada minuman berenergi yang banyak beredar.


Cara mencampur serbuk
Dalam mencampur serbuk ada beberapa hal yang harus diperhatikan ,antara lain:
  1. Obat yang berbentuk kristal/ bongkahan besar harus digerus halus dulu.
  2. Obat yang berkhasiat dan jumlahnya sedikit ditambah dengan zat penambah (konstituen ) dalam mortir.
  3. Obat yang berlainan warna diaduk bersama agar tampak bahwa serbuk sudah merata.
  4. Obat yang jumlahnya sedikit/ volumenya kecil dimasukkan terlebih dahulu.
B.     Resep

R/ L.C. Herocyn             50
     S.u.e bila gatal
    
    Pro : Nn Leni Irawati
 
1.      Resep Standart
R/ Balsem peru          2%
     ZnO                         3.5   %
     Presip sulfur          1.4   %
     As.salisilat              0.8   %
     Kamfert                  0.31 %
     Mentol                    0.47 %
     Talk                         100   %



2.      Permasalahan
-          Tidak tercantum umur probandus
-          Alamat probandus tidak tertulis

3.      DM
-

4.      Perhitungan
-          Balsem peru          2 % x 50 = 1 g
-          Zno                                    3.5 % x 50 = 1.75 g
-          Presip Sulfur         1.4 % x 50 = 0.71 g
-          As.salisilat             0.8 % x 50 = 0.4 g
-          Kamfert                 0.31 % x 50 = 1.55 g
-          Mentol                   0.47 % x 50 = 0.235 g
-          Talk                       100 % x 50 = 4. 25 g
100% - (2% +3.5% + 1.4% +0.8% +0.31% + 0.47% ) 50 = 45.75 g

5.      Cara Pembuatan
-          Menimbang semua bahan
-          Menggerus Asam benzoat dalam mortir, kemudian menetesinya dengan spiritus fortior hingga lembut, kemudian dikeringkan dengan talk dan mengeluarkanya dari mortir.
-          Memasukan balsam peruv kedalam mortir kemudian meneteskan sedikit spiritus fortior hingga encer lalu dikeringkan menggunakan talk dan sisihkan
-          Memasukan Sulfur praecitatum ke mortir,lalu menambahkan asam borat, calc.carbonat, starch digerus hingga homogen
-          Semua bahan dicampur , kemudian tambahkan ZnO yang sudah diayak  dan tambahkan talk sebagian
-          Mengayak bahan dengan ayakan No.60 hingga semua terayak,sisihkan
-          Camfert ditetesi spiritus fortior dan mentol aduk hingga mencair, tambah talk,campur  hingga kering dan homogen
-          Campur sampai homogen  Talk yang tadi sudah diayak dengan Talk yang telah  bercampur dengan  camfert
-          Memasukanya ke wadah dan beri etiket yang sesuai

6.      Etiket
Universitas setia Budi
No :                            Tanggal 21 sept 2012
  
Nn. Leni Irawati

Pemakaian luar bila gatal

7.      Khasiat
Untuk mengatasi gangguan kulit seperti biang keringat dan gatal-gatal


C.     Pembahasan
            Tujuan praktikum kali ini adalah untuk mengenal cara pembuatan pulvis denga ketentuan syarat pulvis yang baik, dengan peracikan yang benar dan penggunaan etiket biru. Perngertian pulvis adalah campuran homogen dua atau lebih obat yang diserbukan untuk pemakaian luar. Selain pemakaian luar pulvia juga dapat digunakan pada pemakaian dalam. Bahan yang digunakan pada pembuatan pulvis adalah Balsem peru,ZnO, Presip sulfur As.salisilat ,Kampor ,Mentol, Talc.Teknik pencampuran dari bahan-bahan yang berjumlah sedikit disebut Trituratio. Ketika bahan-bahan itu tercampur secara homogen lalu tambahkan Talc (sesuai dengan jumlh bahan yang ada di mortir disebut Geometric dilution). Setelah semua bahan di campur(kecuali campor dan mentol) talk diayak menggunakan ayakan no 60 dengan tujuan  agar partikel pulvis seragam.Setelah itu tambahkan Campor dan menthol.

Permasalahan yang timbul saat praktikum biasanya adanya bahan yang masih tertinggal diayakan, namun untukmengatasi hal tersebut bahan dilebihkan 10% terutama bahan yang berbentuk semisolid.
Syarat serbuk yang baik yaitu: kering, homogen, halus, free flowing dan tidak ada gumpalan. Keuntungan dari pulvis : lebih mudah terdispersi, jika anak-anak atau orang dewasa kesulitan menelan kapsul /pil dapat diubah ke bentuk serbuk. Dokter leluasa dalam memilih dosis yang sesuai pada pasien, mengurangi isritasi lokal dan mudah digunakan. Sedangkan kerugian atau kelemahan pulvis yaitu rasa yang pahit, sepet, lengket, dan bau tidak enak.


D.    Kesimpulan

-          Pulvis adalah campuran homogen dua atau lebih obat yang diserbukan untuk pemakaian luar
-          Herosin Berfungsi untuk pengobatan luar sebagai obat biang keringat dan gatal

E.     Daftar Pustaka
-          Inaratul Rizkhy Hanifah,M.Sc., Apt,Lucia Vita Inandha, M.Sc.,Apt, Samuel Budi Harsono.M.si., Apt.2012,Buku Petunjuk Praktikum Farmasetika Dasar II, Universitas Setia Budi, Surakarta.
-          ISO Indonesia Volume 46 2011-2012
-          Purwanti .2011. Serbuk(pulvis) available at :
Studi farmasi.blogspot.com/2011/05/serbukpulvis.html
-          Farmasiblogku.blogspot.com/2010/04/tekhnik-dasar-pembuatan-serbuk-obat.html

















Seri Resep                   :  B
                        Bentuk Sediaan           :  Pulveres
A.    Dasar Teori
Menurut FI III, yang  dimaksud dengan pulveres adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus dengan kertas perkamen atau bahan pengemas yang lain yang cocok untuk sekali minum (Anonim, 1979).

Ada dua cara penulisan serbuk bagi yang biasa dilakukan oleh dokter. Cara pertama ditulis jumlah obat untuk seluruh serbuk dan lalu dibagi menjadi beberapa bungkus. Cara kedua ditulis jumlah untuk setiap bungkus serbuknya dan membuat berapa bungkus. Bila dokter lupa menulis atau keliru menulis d.t.d., akan segera diketahui mengenai besarnya dosis yang menyimpang dari dosis biasa, apa lebih besar atau terlalu kecil (Anief, 1988).

Serbuk terbagi (pulveres), dapat dibagi secara visual, tetapi sebanyak – banyaknya hanya 10 serbuk bersama – sama. Jadi serbuk itu dibagi dengan jalan menimbang dalam beberapa bagian, sebanyak – banyaknya dapat dibuat 10 serbuk. Penimbangan satu persatu diperlukan, jika pasien memperoleh 80% dari takaran maksimum untuk sekali atau dalam 24 jam. Dalam hal ini seluruh takaran serbuk itu ditimbang satu persatu. Serbuk – serbuk dengan bobot yang kurang dari 1 gram, penimbangannya dapat dilakukan pada timbangan biasa (Chaerunnisa, dkk, 2009). 
Untuk serbuk bagi yang mengandung bahan yang mudah meleleh atau atsiri harus dibungkus dengan kertas perkamen atau kertas yang mengandung lilin kemudian dilapisi lagi dengan kertas logam (Anonim, 1978). Bagi serbuk yang mengandung zat yang higroskopis, serbuk dibungkus dalam kertas berlilin dan diserahkan dalam pot dengan tutup sekrup. Penyimpangan antara penimbangan satu per satu terhadap bobot isi rata – rata tidak lebih dari 15% dari tiap 2 bungkus dan tidak lebih dari 10% untuk tiap 18 bungkus yang lain (Anief, 1988)



B.     Resep
1.      Resep Standar

R/ Aminophylin          2
     Ephedrin HCL       0.15
     Phenobarbital         0.3
     Vit. C                     0.5
     m.f.pulv No X
     S.prn Pulv I
     m.t.d.d pulv I
    
    Pro : Andriyan 19th



2.      Permasalahan Resep
-          Tidak tercantum alamat pasien
-          Vit. C dipisah dengan aminophylin  karna keduanya  memiliki sifat yang sama, jika keduanya bercampur maka akan mencair (OTT)

3.      DM
-          Epedrin HCL
1xp            =         19/20 x 15       = 47.5
1h  =         19/20 x 150     =142.5

Pemakaian
1xp=          1x15 mg          = 15 mg           15/47.5x100%             = 31.5 %
1h  =          1x150mg         =45mg             45/142.5x100%           = 0.315%

-          Aminophylin
1xp            =          19/20 x500      =479 mg
1h              =          19/20x 1500    =1.425

Pemakaian
1xp            =          1x2000            =2000mg         2000/479x 100% = 4.17 %
1h              =          3x 2000           =6000 mg        6000/1.425x 100%= 4.21%

-          Phenobarbital
1xp            =          19/20 x300      = 285 mg
1h              =          19/20x600       = 570 mg

Pemakaian
1xp            =          50/285x100 % = 17.5 %
1h              =          50/570x100%  = 26.3 %




4.      Pengambilan Bahan
-          Aminophylin         2 gram
-          Ephedrin HCL      150mg /25 mg = 6 tab
-          Phenobarbital        300mg/ 50 mg = 6 tab
-          Vit. C                    500mg             = 10 tab

5.      Cara Pembuatan
-          Menimbang semua bahan
-          Aminophylin,Ephedrin , phenobarbital di gerus kedalam mortir hingga homogen
-          Bagi pulveres sesuai dengan jumlah diresep lalu bungkus dan diberi etiket
-          Vit. C digerus di dalam mortir hingga halus
-          Bagi sesuai dengan jumlah diresep lalu bungkus dan beri etiket

6.      Etiket
Universitas setia Budi
No.1                         Tgl. 21 sept 2012

Sdr. Andriyan 19 th
3x1

Universitas setia Budi
No.2                         Tgl. 21 sept 2012

Sdr. Andriyan 19 th
3x1

7.      Khasiat
Untuk mencegah dan  mengobati gangguan asma bronkial serta gangguan kekejangan bronki

C.     Pembahasan
Menurut FI III, yang  dimaksud dengan pulveres adalah serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus dengan kertas perkamen atau bahan pengemas yang lain yang cocok untuk sekali minum. Serbuk yang harus dibagi tanpa penimbangan untuk mejamin pembagian yang sama maka pembagian dilakukan paling banyak hanya 20 bagian. Apabila lebih dari 20 bungkus, maka serbuk dibagi dalam beberapa bagian. Dengan cara penimbangan dan tiap bagian dibagi paling banyak menjadi 20 bungkus
Pada umumnya obat - obat yang dalam bentuk serbuk akan cepat diserap (absorpsi) di dalam tubuh, hal ini dikarenakan sediaan serbuk mempunyai luas permukan yang bisa dikatakan besar. Namun, sediaan ini juga memiliki kekurangan dimana rasa obat yang pahit tidak bisa tertutupi.
 Pada praktikum ini, dibuat obat dalam bentuk serbuk terbagi (pulveres). Berdasarkan resep yang ada, obat ini ditujukan untuk pasien yang berumur 19 tahun. Pada dasarnya sediaan serbuk kurang cocok untuk pasien yang berumur 19 tahun. Sediaan serbuk umumnya diberikan pada bayi atau anak – anak yang susah menelan tablet atau kapsul. Namun, jika pasien ini termasuk orang yang sulit menelan tablet atau kapsul, maka pemberian obat dalam sediaan serbuk bisa dikatakan sudah tepat.
Pulveres dibuat sebanyak 10 bungkus, dimana tiap bungkusnya mengandung Aminofilin 2 g Ephedrin HCL 0.15 g, Phenobarbital 0.3, dan Vit. C 0.5 g. Kombinasi dari bahan – bahan tersebut bisa mengobati asma bronkial dan gangguan kekejangan bronki serta mengobati emfisema dan bronkitis kronik.
Bahan – bahan yang tersedia sudah dalam bentuk tablet yang telah diketahui bobotnya, kecuali untuk aminophylin yang dalam keadaan serbuk. Untuk menghaluskan bahan – bahan digunakan mortir dan stamper. Dalam menggunakannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
1.      Mulut dari mortir senantiasa mengarah ke kiri, maksudnya agar ketika stamper dibersihkan stamper senantiasa tetap pada mulut mortir.
2.      Mortir diletakkan diatas meja praktik dialasi dengan lap pada waktu menggerus bahan obat.
3.      Bila akan meletakkan stamper, letakkan selalu disebelah kanan dan dialasi dengan kertas, kepala stamper harus mengarah kepada kita.
4.      Stamper dipegang seperti memegang pulpen dan diputar dengan gerakan satu arah.
5.      Bersihkan permukaan stamper dengan cara memutarnya, sementara mika tetap berada dikepala stamper.
6.      Ulangi beberapa kali sampai serbuk halus.
Setelah bahan obat tercampur homogen dan halus, selanjutnya obat tersebut dibagi pada kertas perkamen sebanyak 10 buah yang telah disiapkan sebelumya. Serbuk dikeluarkan dari mortir dengan menggunakan mika dari mortir, hingga seluruh serbuk keluar dan mortir tampak bersih. Serbuk tersebut ditampung pada sebuah  kertas perkamen. Serbuk dibagi ke atas perkamen yang sudah tersusun rapi. Perlu diperhatikan dengan cermat agar pembagian serbuk sama banyak. Setelah serbuk terbagi dengan rata, mulailah membungkus kertas perkamen tersebut.
Bungkusan disusun dengan rapi, sama tinggi dan menghadap arah yang sama kemudian dimasukkan ke dalam bungkusan (sack) obat. Adapun etiket yang digunakan adalah etiket berwarna putih karena obat ini dimaksudkan untuk pemakaian dalam.

D.      Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan :
1.   Pulveres merupakan sediaan obat dalam bentuk serbuk yang dibagi dalam bobot yang  kurang lebih sama dan dikemas dengan kertas perkamen.
2.  Obat ini berkhasiat untuk mencegah dan mengobati asma bronkial dan gangguan kekejangan bronki.

E.     Daftar Pustaka
-          Inaratul Rizkhy Hanifah,M.Sc., Apt,Lucia Vita Inandha, M.Sc.,Apt, Samuel Budi Harsono.M.si., Apt.2012,Buku Petunjuk Praktikum Farmasetika Dasar II, Universitas Setia Budi, Surakarta.
-          ISO Indonesia Volume 46 2011-2012
-          Purwanti .2011. Serbuk(pulvis) available at :
Studi farmasi.blogspot.com/2011/05/serbukpulvis.html
-          Farmasiblogku.blogspot.com/2010/04/tekhnik-dasar-pembuatan-serbuk-obat.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar